Minggu, 19 Januari 2014

Contoh Kasus Strategi Pemasaran : IKEA






Untuk produk yang sudah terkenal dengan inovasinya dan berhasil mendunia berkat kualitasnya yang baik dengan harga nya masih tergolong terjangkau. Perusahaan ini didirikan di Swedia pada tahun 1943 oleh Ingvar Kamprad yang saat itu masih berusai 17 tahun!. Modal awalnya ia dapatkan dari orang tuanya sebagai hadiah keberhasilan studinya. Nama IKEA sendiri diambil dari inisial nama pendiri (Ingvar Kamprad = IK) dan huruf pertama nama pertanian serta desa tempatt ia dibesarkan yaitu Elmtaryd = E dan Agunnaryd = A tempat Ingvar dibesarkan. 

Untuk distribusi produk, IKEA membangun jaringan secara bertahap. Pada tahun 1947 pemesanan produk dilakukan via pos secara sederhana dan sejak tahun 1950an Ingvar mulai menggunakan katalog untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen dan dapat dilakukan pemesanan melalui telepon. Metode inilah yang menjadi landasan bisnis IKEA selama bertahun-tahun kemudian.

Contoh Kasus Perencanaan Pemasaran : Dove



Strategi Pemasaran Dove





Dove sebbuah merk yang terkenal dengan iklan-iklan testimoni dari penggunannya yang ternyata konsep promosi ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Merk yang awalnya dikembangkan pada masa pasca Perang Dunia II oleh Level brothers. Produk ini lebih menekankan tentang keunggulannya dibanding produk kecantikan lainnya yaitu mengandung kadar pH yang netral dan mengandung zat pembersih sehingga memberikan rasa yang berbeda pada kulit.

Pada awalanya produk ini dikembangkan di belanda, terutama ketika Unilever membeli pabrik sabun di negara kincir angin tersebut pada tahun 1955. Yang karena mendapatkan respon yang baik, unilever membawa produk ini ke amerika Serikat dan memperkenalkannya secara nasional pada tahun 1957. Mulai tahun 1969 promosi perusahaan menggunakan testimoni tatap muka dari para penggunanya dan mulai pada tahun 1979 mulai diberlakukan tes selama tujuh hari yang memperlihatkan efek penggunaan dove secara berkelanjutan. Kekuatan dari merek ini juga salah satunya didukung dengan kebijakan harga premiumnya jika dibandingkan dengan harga pesaing. Asosiasi dan persepsi konsumen terhadap produk ini dibangun selama bertahun-tahun. Keberhasilan membangun cerita antara Dove dan konsumen dilakukan melalui upaya komunikasi yang konsisten. Oleh karena itu, kompetitor sulit melakukan versi imitasi dengan mengeluarkan produk yang mirip dengan Dove. 

Contoh Strategi Pemasaran : Quaker Oats

perencanaan pemasaran quaker oats
Strategi pemasaran pada Quaker Oats

Perusahaan yang selalu mengkampanyekan hidup sehat dengan makan gandum yang berserat tinggi ini didirikan pada tanggal 4 September 1877 oleh dua orang yaitu Ferdinand Schumacher dan Robert Stuart. Mereka mulai membuat iklan perusahaan di majalah nasional pada tahun 1882 dan pada tahun 1885 mereka membuat kemasan kotak sereal yang dianggap merukana terobosan ketika itu.

Pada tahun 1980-an Quaker Oats mulai membuat program pemasaran untuk mempromosikan manfaat kesehatan dengan mengkonsumsi produk-produk yang dimiliki Quaker Oats. Oat sendiri merupakan makanan yang dapat mengurangi kolesterol, mengontrol tekanan darah dan mengatur kadar gula dalam darah. Program ini menekankan risiko kolesterol dengan kemungkinan munculnya penyakit jantung koroner. Program promosi ini pun didukung dengan kampanya iklannya yang ber tag line "Oats for life.. It's the right thing to do".

Minggu, 12 Januari 2014

Contoh Kasus Perencanaan Pemasaran : Post-It

Post-it : Produk yang dianggap gagal namun sukses di pasaran 

Bagi pekerja kantoran ataupun anak kuliahan yang terbiasa dengan banyaknya deadline yang harus dikerjakan kadang untuk mengingat tugas-tugas yang banyak itu kita memerlukan adanya reminder dan yup Post-it lah sarana yang paling tepat untuk digunakan. Kertas dengan berbagai ukuran dan warna yang bisa ditempelkan dengan mudah dimana saja ini berguna untuk menjadi sarana reminder kita. Namun ternyata produk ini awalnya merupakan produk yang dianggap gagal oleh produsennya.

Produk ini dikeluarkan oleh 3M suatu perusahaan yang dikenal dengan budaya inovasinya yang intense. Visi perusahaan ini adalah "to be the most innovative enterprise in the world". Perusahaan ini memberi perhatian yang besar dalam hal riset dan pengembangan produk. Kebijakan yan diberlakukan adalah 15% rule yaitu 15% waktu seluruh karyawan dialokasikan untuk melakukan pengembangan ide sendiri yang menyebabkan perusahaan ini memiliki banyak ide dari kalangan internal. 

Contoh Kasus Perencanaan Pemasaran : KFC

KFC : Jagonya Ayam

Bagi penggemar ayam goreng pasti mengenal brand yang satu ini, brand fast food paling terkenal di dunia dengan produk ayam gorengnya ini saat ini sudah berada di lebih dari 80 negara di seluruh dunia dan telah menjadi salah satu restoran cepat saji terbesar di dunia. Mau mencoba bikin ayam goreng coba gunakan Fry pan ini.  Usaha ini didirikan oleh Colonel Harland Sanders dari Amerika Serikat, perjalanannya untuk menciptakan brand ini bisa dikatakan penuh perjuangan dan ketekunan. 

Pada awalnya ia berusaha menciptakan makanan dimana target pasarnya adalah keluarga yang memiliki tingkat kesibukan yang tinggi dan waktu yang terbatas sehingga membutuhkan makanan yang cepat saji. Sanders sendiri menyebut layanan ini sebagai "Sunday Dinner, Seven Days a Week". Karena masakannya yang terkenal enak namanya pun mulai populer di kalangan pengunjung yang sering melakukan perjalanan antar kota. Dalam waktu singkat ia membutuhkan tempat yang lebih luas dan layak untuk melayani konsumennya. Ia pun mendirikan tempat yang lebih luas yang bernama Sanders Court & Cafe yang memiliki kapasitas 142 orang.