Selasa, 09 April 2013

Contoh Kasus Pemasaran : Apple

Pemasaran Apple

Siapa yang tidak mengenal perusahaan yang diambil dari nama buah ini?. Sangat terkenal karena produk teknologinya yang simpel namun canggih dan selalu membuat penasaran pembelinya untuk terus mencoba dan mencoba. 

Dengan CEOnya yang bernama Steve Jobs (meninggal pada tanggal 5 Oktober 2011) dimana sepak terjangnya menuai pujian dan rasa hormat dari konsumen, rekan kerja bahkan kompetitor. Kematiannya dengan sekejap menarik perhatian banyak orang di dunia. Buku biografinya terjual sebanyak 379.000 eksemplar hanya dalam waktu tempo seminggu pasca peluncuran. 

Dimulai dari tahun 1995 ketika itu Microsoft mengeluarkan Windows 95, saat itu Apple tidak dapat memberi perlawanan yang kuat di industri ini sehingga perusahaan memasuki masa kebangkrutan. Bahkan pada tanggal 5 Februari 1996 Business Week  membuat artikel yang berjudul "The Fall of an American Icon". 

CEO pada saat itu, Gil Amelio, melakukan berbagai macam cara untuk menyelamatkan perusahaan, mulai dari merumahkan karyawan sampai dengan mereksturisasi ulang produk-produk perusahaan menjadi 4 kategori saja. Namun, langkah itu belum cukup untuk menyelamatkan perusahaan. Banyak media dan pengamat memperkirakan perusahaan akan dijual kepada IBM, Motorola, Sony, atau Hewlett Packard. Pada September 1997, hanya dua bulan sebelum Apple menuju kebangkrutan, Steve Jobs setuju untuk kembali ke perusahaan dan menjabat sebagai CEO sementara. 


Steve Jobs membuat beberapa langkah mengejutkan dengan mengurangi variasi berbagai produk Apple menjadi satu varian saja. Dengan core competency yang dimiliki, Steve Jobs memutuskan bahwa Apple akan melayani niche . Sebagai contoh, Steve menciutkan 15 varian desktop menjadi hanya 1 varian saja, begitu pula berbagai alat portable dan perangkat genggam. Beberapa posisi dan ukuran tim disusutkan agar organisasi lebih ramping. Dari segi produksi, Steve memilih untuk memproduksi di Taiwan, dengan sistem produksi yang lebih simpel dapat memotong persediaan lebih dari 80% di gudang. Web perusahaan digunakan untuk menjual produk perusahaan langsung kepada konsumen sehingga Apple menghilangkan distributor dan diler dalam rantai nilai perusahaan. 

Bukan rahasia lagi bahwa di setiap produknya Apple berusaha mengawinkan berbagai aspek, mulai dari teknologi sampai dengan estetika. Sebelum mengalami peningkatan penjualan secara signifikan - yaitu pada masa sebelum berbagai perangkat seperti Ipod, Iphone dan Ipad lahir - Steve Jobs mengamati banyak desain perangkat elektronik yang terlalu rumit. Untuk itu, sejak perancangan desain produk, Steve Jobs berusaha membuat produk yang terlihat sesederhana mungkin.Pengin beli salah satu produk Apple ?? coba cek yang satu ini APPLE MacBook Pro With Retina Display

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar